Thursday, October 8, 2026

Saat dua raksasa batu bara menjadi tuan rumah COP31.

Australia dan Turki tidak ada niat menghentikan penggunaan batu bara.

Halo Pamela,

Bulan depan, Australia dan Turki akan menjadi tuan United Nations Climate Talks di Antalya, dan mereka akan memegang peranan penting dalam menentukan hasil COP31.

Masalahnya: kedua negara tersebut masih terus memperluas produksi batu bara (salah satu bahan bakar fosil paling kotor) dan belum menetapkan tenggat waktu untuk menghentikan penggunaannya secara bertahap. Australia sendiri menyumbang 56% dari seluruh rencana pembukaan tambang batu bara baru di dunia.

Pamela, tertarik bergabung dalam seruan kepada tuan rumah COP31 untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil di dalam negeri mereka dan memastikan perundingan PBB tersebut mempercepat transisi energi global?

Sejauh ini, rencana resmi COP31 dari kedua negara tersebut bahkan tidak menyinggung soal bahan bakar fosil. Ini bukanlah bentuk kepemimpinan yang dituntut oleh krisis iklim.

Jutaan orang telah menanggung dampak penggunaan bahan bakar fosil, mulai dari kenaikan biaya energi, gelombang panas yang mematikan, hingga banjir yang menghancurkan. Tanpa tindakan nyata, adil, dan mendesak, peristiwa cuaca ekstrem ini hanya akan semakin memburuk.

Keberhasilan COP31 menjadi lebih krusial dari sebelumnya untuk mengatasi krisis energi terbesar dalam sejarah. Pertemuan ini harus menjadi titik balik. Bukan sekadar rangkaian janji baru sementara ekspansi batu bara, minyak, dan gas terus berlanjut.

Inilah desakan kita kepada tuan rumah COP31:

  • Menetapkan tenggat waktu yang ambisius dan adil untuk menghentikan penggunaan batu bara di dalam negeri serta memublikasikan rencana nasional untuk beralih dari semua jenis bahan bakar fosil.
  • Memastikan Perundingan Iklim PBB mengubah janji menjadi tindakan nyata dengan mewujudkan transisi yang adil menuju energi terbarukan bagi semua orang, dengan menempatkan aspek pendanaan sebagai prioritas utama.

Turki dan Australia memiliki peluang untuk turut mengarahkan aksi iklim global. Namun, mereka juga perlu memulainya dengan membuktikan komitmen tersebut melalui tindakan nyata di dalam negeri.

Tambahkan namamu sekarang dan desak mereka untuk memimpin dengan memberi contoh serta menjadikan COP31 sebagai ajang aksi nyata, bukan sekadar ambisi.

Kita meningkatkan tekanan menjelang pertemuan negara-negara di Antalya. Seperti biasa, banyak hal yang dipertaruhkan, dan kita perlu mendorong hasil terbaik. Semakin banyak dari kita yang mendukung tuntutan ini, semakin sulit bagi Presiden COP untuk mengabaikannya. Mari kita lakukan ini!

Salam solidaritas,

Jenny, Lisa, Sara, Soraya, Clemence, Fanny, dan kami semua di tim COP31 di 350.org


Sources
1 Australia dan Turki dikritik karena menjadi tuan rumah konferensi iklim PBB sembari tetap mengandalkan batu bara | The Guardian
2 Australia menyetujui proyek-proyek baru, dan satu proyek batu bara mulai beroperasi | IEA
3 Inilah Krisis Iklim | 350


350.org sedang membangun gerakan iklim global. Kamu bisa terhubung dengan kami di Instagram, TikTok, Twitter, YouTube, atau Facebook kami, dan menjadi donatur tetap agar gerakan ini semakin kuat dan berkembang.

If you would like to receive our messages in a different language from that of this email, please click here to update your language.

Kamu bisa berhenti berlangganan email ini kapan pun.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.